SILATURAHMI IDUL FITRI 1440 H

Warga Atikan Kecamatan Sukahening

KEGIATAN RUTIN KKG

Kegiatan KKG Tahun 2015

KEGIATAN RUTIN KKG

Kegiatan KKG Tahun 2016

KEGIATAN RUTIN KKG

Kegiatan KKG Tahun 2016

KEGIATAN RUTIN KKG

Sosialisasi Program PKB Mandiri Tahun 2017

KEGIATAN RUTIN KKG

Sosialisasi Program PKB Mandiri Tahun 2017

KEGIATAN RUTIN KKG

Pelaksanaan Program PKB Mandiri Tahun 2017

PENDAMPINGAN KURIKULUM 2013

Induk Klaster SD Negeri 1 Kiarajangkung

VISITASI FK3G KAB. TASIKMALAYA

SDN Kudadepa, Tanggal 23 Februari 2021

HALAL BIHALAL KKG GUGUS 1 SUKAHENING

Saung Panyawah, Tanggal 21 Mei 2022

Selasa, 07 November 2017

Peserta PKB Mandiri Tahun 2017

PESERTA PKB MANDIRI

KECAMATAN SUKAHENING – KAB. TASIKMALAYA

TAHUN 2017

 

NO

NUPTK

NO PESERTA UKG

NAMA

UNIT KERJA

KET

1

6957742644200022

201512104322

YAYA SUTANSYAH

SDN 1 BANYURASA

2

9345742643300013

201512267403

ADAH NURHAIDAH

SDN SUKASENANG

3

5058747649200013

201510775170

SUTENDI

SDN 1 BANYURASA

4

7560742643200003

201511778603

WOWON SUJARWO

SDN 1 BANYURASA

5

1647746647300022

201510549044

MUMUN SUHENDAR

SDN 1 KIARAJANGKUNG

6

2453740641300022

201510993814

RUMDASIH

SDN 1 KIARAJANGKUNG

7

6057760662300030

201502432148

TINA KURNIATIN

SDN 1 KIARAJANGKUNG

8

2646738640200022

201510812245

IBAH

SDN 2 BANYURASA

9

1737739640300042

201510629940

ENDEH JUBAEDAH

SDN 2 BANYURASA

10

201502983669

ENENG DELIS MUSTIKASARI

SDN 2 BANYURASA

11

8360742643300013

201512096335

TETI ROHAYATI

SDN 2 KIARAJANGKUNG

12

1746746649300032

201510773566

EUIS KARTINI

SDN 2 KIARAJANGKUNG

13

8542737639300043

201512153992

ANI SYAMSURYANI

SDN 2 KIARAJANGKUNG

14

8562745647300033

201511162240

ETI MULYATI

SDN 3 BANYURASA

15

3033737637200003

201510842599

NANO BANJARIANA

SDN 3 BANYURASA

16

8944740642200052

201512189910

AYAT MAMAN RUHIYAT

SDN CALINGCING

17

1337746647300013

201510129808

N. ENOK DAHLIA MEGANINGRUM

SDN CALINGCING

18

4139740641300043

201511486066

TATI DARMAYATI

SDN CALINGCING

19

8750740643200012

201511789261

NONO KARNO

SDN CIJOHO

20

3838762663300032

201500631062

KIKI YULIANTI

SDN CIJOHO

21

6957754656300022

201511469919

AI TARLIANAH

SDN CIJOHO

22

5133763664300023

201510689445

KARTIDAH

SDN CILANGEN

23

201503540126

KOMALASARI

SDN CILANGEN

24

0452746647300023

201502531955

TOTOH MASITOH

SDN CILANGEN

25

1942748649300022

201510209935

NENAH

SDN HEGAR

26

201507800960

YANI NURAENI

SDN HEGAR

27

0433739641200132

201510044988

OYON SUTIAWAN

SDN INP NAGARAHERANG

28

2662759660300022

201501162020

NITA GURNITA

SDN INP NAGARAHERANG

29

0739746647300022

201510042127

NONOH SOLIHAT

SDN KUDADEPA

30

7041748651300023

201512439766

EUIS KARTINI

SDN KUDADEPA

31

5442740641200033

201512425727

YAYAT HENDAYANA

SDN KUDADEPA

32

2150764666300023

201500661143

AI SARIPAH

SDN RAWA

33

9935744646200022

201511815930

SUHANDI

SDN RAWA

34

1635738640200042

201510448338

SUPYAN

SDN RAWA

35

4645741643200042

201511578451

H. SAEFULOH

SDN RAWA

36

9442762663300033

201502289148

AI SRI YULIANTI

SDN SUKAHENING

37

6657743644300032

201512437765

ENUNG HODIJAH

SDN SUKAHENING

38

6744740641300052

201511850458

IIS SUKAESIH

SDN SUKAHENING

39

4138744647300073

201511491517

IHAT SOLIHAT

SDN SUKAHENING

40

6439765666300042

201502004753

EVI RETNOWATI SANTOSO

SDN SUKAHENING

41

NENG DIAN PUJIANI

SDN SUKAHENING

42

8749759660200012

201511785506

SONI KURNIA

SDN SUKAHURIP

43

4747741642300042

201511651386

WIWI YULIAWATI

SDN SUKAHURIP

44

8539759660300032

201512144280

NENI SURYANI

SDN SUKAHURIP

45

1752740641300042

201510694471

ENDIN ABDUL GANI

SDN SUKASENANG

46

2043741642200023

201510274659

ADE SUDRAJAT

SDN SUKASENANG

47

1248743645200003

201510127960

WAHYU

SDN TAJURHALANG

48

1541750651200003

201510645667

CECEP SAEPUL ALIM

SDN TAJURHALANG

49

0733740641300042

201510148246

ETI ROHYATI

SDN TAJURHALANG

 

Kamis, 02 November 2017

Sosialisasi PKB Mandiri






Rabu, 01 November 2017

Undangan Sosialisasi PKB Mandiri

Nomor

Lampiran

Perihal

: 006/KKG – 1/Skh/ 2017

: -

: Undangan Sosialisasi PKB Mandiri

Dan Pembinaan Profesi

Sukahening, 1 November 2017

Kepada Yth :

Kepala SDN .................................

Di

Tempat

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dan semoga kita selalu dalam limpahan iman kepada-Nya. Shalawat dan sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi besar Muhammad SAW hingga akhir zaman.

Sehubungan dengan akan dimulainya program PKB Mandiri bagi guru SD, maka kami memohon bantuan Bapak/Ibu Kepala Sekolah untuk menugaskan seluruh Guru SD Kelas Atas di sekolah yang Bapak/Ibu pimpin untuk menghadiri acara sosialisasi PKB Mandiri sekaligus pembinaan profesi dari Kepala UPT Pendidikan Wil. Sukahening yang Inshaa Allah akan diselenggarakan pada :

Hari, Tanggal : Kamis, 2 November 2017

Waktu : Pukul 10.00 WIB s.d. selesai

Tempat : SDN Rawa

Demikian undangan ini kami sampaikan, besar harapan kami Bapak/Ibu dapat mengikuti kegiatan tersebut. Atas segala perhatian dan dukungan Bapak/ibu, kami haturkan terima kasih.

 

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

 

Ketua

 

 

 

YAYA SUTANSYAH, S.Pd.

NIP : 19640625 198610 1 002

 

Sekretaris

 

 

 

TOHA, S.Pd.

NIP : 19710306 199307 1 002

Mengetahui :

Ketua Gugus I Sukahening

 

 

 

SUNARYAT, S.Pd

NIP :19650508 198610 1 007

 

Tembusan disampaikan kepada Yth.

1.      Kepala UPT Pendidikan Wilayah Sukahening

2.      Ketua K3S Kec. Sukahening

3.       Ketua PGRI P.C. Sukahening

 

Sabtu, 21 Oktober 2017

NOTULA RAPAT KOORDINASI FORUM KKG KABUPATEN TASIKMALAYA

Hari, tanggal: Sabtu, 21 Oktober 2017
Waktu: Jam 13.00 s.d. selesai
Tempat: Aula Disdik Lama

Agenda Rakor:
1.  Pembukaan
2.  Informasi Dinas dan Keorganisasian
3.  Sesi Tanya-Jawab
4.  Do’a
5.  Tutup

CATATAN:
I.  PEMBUKAAN
Acara dibuka dengan pembacaan Basmallah bersama, dipimpin oleh Pak Dede (Bendahara FKKG Kab. Tasikmalaya) sebagai MC.

II.  INFORMASI DINAS
Dari Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Kab. Tasikmalaya (Ibu Nurhayati):

1)  Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu pengurus KKG se-Kab. Tasikmalaya.
2)  Ada 4 (empat) poin utama yang akan Saya sampaikan pada kegiatan ini, yaitu:
a.  Sertifikat Sertifikasi Guru
b.  Terkait TPG/Sertifikasi triwulan Juli-Agustus-September 2017
c.  Persiapan PKB Mandiri 2017
d.  Evaluasi PKB 25 (Bantuan Dana Pusat)

3)  TPG triwulan Juli-Agustus-September 2017:
a.  Minggu kemarin kami diminta konfirmasi data terkait Sertifikat Sertifikasi Guru. Apakah Sertifikatnya dijaminkan ke Bank ataukah tidak. Karena kita tahu di daerah lain muncul aksi pemalsuan Sertifikat Sertifikasi Guru yang dijaminkan ke Bank untuk Kredit.

b.  Sertifikat Sertifikasi Guru jangan dijaminkan untuk kredit ke bank! Apalagi uang kreditnya untuk beli mobil, mengutamakan penampilan. Karena itu akan berpengaruh terhadap kinerjaBapak/Ibu.
Peupeuriheun Gaji Rutin tos dicandak sekian tahun ka payun, upami TPG Sertifikasi sami digadékeun, atuh badé kumaha kanggo nasib kesejahteraan?
4)  Untuk ke depan, pola dan istilah TPG Sertifikasi Guru akan diubah menjadi Tunjangan Kinerja. Karena Guru memperoleh kesejahteraan itu ada 3 (tiga) jenis, yaitu:
a.  Gaji Rutin yang dibayar per bulan.
b.  TPG Sertifikasi.
c.  Tunjangan Wilayah Khusus, yaitu tunjangan bagi Guru yang bertugas di daerah terpencil, pedalaman, atau istilahnya 3D (terdepan, terluar, terdalam).

5)  Yang namanya Tunjangan Kinerja itu akan bergantung terhadap bagaimana kinerja Bapa/Ibu. Jika kehadirannya bolong-bolong, kurang disiplin, berarti nanti tunjangannya akan dikurangi.
Jika aturan sekarang, dalam 1 (satu) bulan tidak hadir 3 (tiga) hari, maka TPG bulan itu tidak dibayar. Untuk nanti, akan berbeda lagi. Bapak/Ibu terlambat datang sekian menit, maka tunjangannya dipotong sekian persen. Juga sama, jika pulang belum waktunya.
6)  Sekarang, SKTP triwulan Juli-Agustus-September 2017 sudah terbit. Namun uangnya belum ada/diterima. Selain itu, untuk pencairan, hasil verifikasi data guru sejumlah 8.000-an orang (untuk SD dan TK) belum selesai semua.
7)  Verifikasi data guru dilakukan hanya oleh 1 (satu) orang, yaitu Ibu Yanti.
8)  Per hari sekitar 1-2 kecamatan yang mampu dibereskan verifikasi datanya, setelah beres kemudian kami buatkan Surat Perintah Membayar (SPM) yang ditandatangani oleh Pak Kadis. Jadi untuk pencairan TPG-nya tidak bisa serentak secara keseluruhan. Kami lakukan bertahap, karena hal sebagaimana tadi.
9)  Bagi Bapak/Ibu guru yang jumlah uang TPG-nya terdapat perbedaan (jumlah nominal uang kurang, tidak sama dengan Jumlah Gaji Pokok), segera temui kami di bagian GTK Disdik. Datang langsung sendiri membawa Leger Gaji dan Surat Keterangan dari atasan (Kepsek). Tidak perlu menyuruh Operator Sekolah, lebih baik oleh sendiri langsung.
10)  Dalam pengerjaan tugas Operator Dapodik itu harus selalu didampingi dan dipantau oleh Bapak/Ibu yang bersangkutan. Hasil pekerjaannya bisa dilihat di Info GTK yang ada di Akun SIM PKB. Oleh karenanya, Bapak/Ibu harus selalu update di Akun SIM PKB-nya. Silakan bisa aksesnya lewat Laptop, juga melalui HP Smartphone, misalnya: Android.
11)  Perbaikan masalah SKTP (tidak terbit) maksimal 2 (dua) bulan.Jika tidak segera diperbaiki dan lebih dari 4 (empat) bulan, maka SKTP-nya untuk triwulan tersebut dan berikutnya tidak akan terbit/hangus. Karena SKTP itu berlaku selama 1 semester.
12)  Terkait Persiapan PKB Mandiri: Guru yang tidak tercover kemarin dalam PKB 25 (Dana bantuan pusat) berarti harus mengikuti PKB Mandiri.
13)  PKB Mandiri artinya PKB swadaya. Dari mana biayanya? Sisihkan 5-10% jadi TPG Sertifikasi Bapak/Ibu setiap kali cair. Karena itu juga untuk peningkatan kompetensi Bapak/Ibu sendiri sebagai Guru. Namun, kita berdo’a saja. Karena kami pun telah melakukan sejumlah upaya untuk membantu pembiayaan PKB. Di antaranya kami telah ajukan melalui Dana Perubahan Anggaran (DPA) ke Pemerintah. Berdo’a saja semoga ajuan kami terkabul!
14)  Peserta PKB Mandiri adalah mereka yang tidak ikut di PKB 25.
15)  Disebut PKB 25, karena dari 135 jumlah KKG se-Kab. Tasikmalaya yang telah kami usulkan kepada pusat (P4TKIPA) untuk mendapat dana bantuan, ternyata hanya 25 KKG yang didanai sebesar @ Rp22 juta, dan kegiatannya kemarin telah diakhiri dengan Post Test.
16)  Kepada Pengurus KKG 25 agar segera menyampaikan LPJ-nya kepada kami. Karena sudah diminta oleh LPMP Provinsi. Paling lambat Selasa, 24/10/2017.
17)  Modul yang direkomendasikan untuk PKB Mandiri adalah dan F.
Mengapa demikian? Karena berdasarkan hasil pemetaan skala nasional, UKG yang paling parah nilainya adalah modul C dan F.

18)  Jumlah peserta PKB mandiri adalah 40 (empat puluh) orang per rombelnya. Jika masih kurang, maka silakan tambahkan/digabung dengan peserta dari KKG lain, dari beda kecamatan pun juga boleh.
Mengapa demikian? Karena nantinya akan berkaitan dengan beban biaya. Jika pesertanya kurang, maka hitungan beban biaya per orangnya akan lebih besar lagi.
19)  Untuk biaya PKB Mandiri, selain menyisihkan dari TPG Sertifikasi, juga boleh disubsidi dari Dana BOS, alokasi pos anggaran Peningkatan Mutu Profesi Guru.
20)  Segera buat Proposal untuk PKB Mandiri! Agar lebih mudah dalam pembuatannya, silakan dilihat dari Proposal PKB 25. Adapun untuk poin anggarannya tinggal disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Tambahan Informasi:
Untuk kegiatan B3 (Buku Bacaan Berjenjang) akan dilaksanakan besok Senin, 23/10/2017. Pusat Belajarnya ada tiga lokasi, yaitu: Cikatomas, Karangnunggal dan Singaparna. Ini khusus untuk Guru SD Kelas Bawah, yaitu kelas 1, 2, 3.
Bapak/Ibu hadir tepat waktu karena akan dimulai jam 07.00. Jika ada perbedaan antara data guru di panitia dengan Guru yang hadir, misal untuk tahun pelajaran sekarang atas nama Guru tersebut sudah tidak lagi mengajar di kelas bawah, maka tinggal menemui Panitia Lokal yang terdiri atas Kepala UPT, Pengawas dan Operator Kecamatan untuk konfirmasinya.
Demikian. Terima kasih.

III.  INFORMASI ORGANISASI
Dari Ketua FKKG Kab. Tasikmalaya (Pak Asep Zaini)
1)  Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu. Walaupun berdasarkan Daftar Hadir, tidak 100% sesuai yang telah kami undang.

2)  Mengevaluasi dari kegiatan Wisata Edukatif Djogja, secara keseluruhan telah terlaksana sesuai rencana, walaupun masih ada sejumlah poin yang perlu diperbaiki untuk penyempurnaan ke depannya.
3)  Evaluasi pelaksanaan PKB 25 kemarin, bisa dikatan banyak kekacauan, antara lain:
a.  Surat Tugas untuk IN tidak ada.
b.  Surat Tugas untuk Peserta juga tidak ada.
c.  Peserta yang ikut kegiatan pembelajaran PKB, ada yang tidak ikut Post Test. Sebaliknya, ada yang tidak ikut kegiatan pembelajaran, tapi ikut Post Test.
d.  Kegiatan pembelajaran mengambang.
Kekacauan di atas terpantau utamanya ketika ada monitoring dari Pusat (P4TKIPA).

4)  Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN), selain PGRI yang selalu mengadakan kegiatan rutin, FKKG pun akan mengadakan kegiatan antara lain:
a.  Acara Bedah Buku.
b.  Lomba Edukatif (membuat cerita untuk anak, naskah dibuat langsung di tempat, tidak dibawa dari rumah). Hasilnya akan dipublikasi dan dibukukan. Juklak dan Juknisnya akan di-share di forum grup WA maupun Facebook.

5)  Untuk Jadwal Kegiatan Rutin FKKG juga akan di-share di Forum Grup.
6) Terkait Rencana PKB Mandiri:
a.  FKKG pernah menolak PKB Mandiri, karena berbagai pertimbangan. Kemudian kami dipanggil ke GTK Dinas, diminta klarifikasi. Jawaban kami, adalah menunggu Legalisasi Resmi, yaitu Surat Edaran dari Kepala Dinas. Karena untuk penyelenggaraan PKB Mandiri, kami beranggapan harus ada dulu Payung Hukumnya.
b.  Muara PKB, baik PKB 25 tahun 2017, GP 2016 (Moda Daring Murni, Daring Kombinasi maupun Tatap Muka) hingga nanti PKB Mandiri adalah POST TEST.
c.  Ketika kita mengikuti kegiatan PKB, namun ternyata nilai POST TEST-nya jeblok, bagaimana solusinya? Ini yang akan kita perjuangkan!
d.  Untuk PKB Mandiri agar diselenggarakan dengan sesederhana mungkin dan biaya sehemat mungkin, serta tidak malah merepotkan kita, Bapak/Ibu Guru.
e.  Untuk sementara, jumlah peserta PKB Mandiri tidak dibatasi. Gunakan Sistem Rombel untuk mengatasi permasalahan jumlah peserta.
f.  Jika kemarin yang UKG 25 Nilai Post Test-nya tidak memuaskan, silakan daftar ulang Post Test. Tapi ini khusus bagi yang tidak pernah ikut kegiatan GP di 2016 lalu)
g.  Untuk Proposal PKB Mandiri, sebagaimana tadi yang disampaikan oleh Ibu Kasi, itu sudah jelas. Tinggal kita buat.
Demikian, terima kasih.
Acara ditutup dengan bacaan Hamdallah bersama.

Selasa, 03 Oktober 2017

Guru Sejati dan Revolusioner

Setiap orang pasti sepakat kalu seorang guru harus menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat. Bukahkah guru itu digugu lan ditiru. Namun, apakah guru cukup menjadi teladan? Menurut penulis tidak. Mengapa? Karena guru juga harus sejati dan revolusioner. Artinya, yang perlu disoroti di sini juga semangat guru dalam mengemban tugas mulianya.

Secara implist, bisa disimpulkan ada “guru sejati” dan “guru aspal”. Guru sejati adalah meraka yang menjalankan tugasnya dengan penuh semagat keikhlasan dan semangat revolusioner mendidik anak bangsa. Sedangkan guru aspal adalah mereka yang berorientasi pada “rupiah” belaka, mengajar tanpa mendidik, memenuhi presensi tanpa menjadi motivator sejati bagi siswa di sekolah.

era global seperti ini memang menuntut guru untuk menjadi pragmatis. Artinya, guru butuh kesejahteraan dan kemakmuran. Dan hal itu salah satunya diperoleh dari tugasnya sebagai guru di lembaga pendidikan. Di sisi lain munculnya kebijakan sertifikasi semakin menjadikan guru salah niat dalam mengajar. Padahal kebijakan tersebut seharusnya menjadikan guru lebih kreatif, inivatif, dan profesional dalam mengemban misi mencerdaskan anak bangsa, bukan sekedar mengejar rupiah. Oleh karena itu, hal ini harus segera diluruskan.

Lalu bagai mana caranya? Caranya adalah dimulai dari mencegah munculnya guru aspal. Karena apa artinya rupiah, jika guru tidak biasa menjalankan tugas sucinya. Maka sebagai insan pendidikan, hal itu harus disikapi guru dengan arif. Salah satunya adalah dengan mencegah munculnya guru aspal dengan beberapa solusi dan trobosan yang efektif. Setidaknya ada beberapa cara, antara lain:

Pertama, memperketat penerimaan guru, baik sekolah berstatus swasta maupun negeri, PNS atau GTT. Mengapa demikian? Karena, selama ini masih banyak orang masuk sekolah dan menjadi guru hanya “berbasis KKN”. Artinya, asalkan punya kenalan pihak sekolah/dinas, asalkan punya uang ratusan juta rupiah, maka akses masuk jadi guru juga mudah.

Kedua, mempertegas aturan dan kiteria atau syarat menjadi guru. Selama ini, penerimaan guru tidak ketat dan kriterianya tidak jelas. Kita ketahui bahwa setidaknya seorang guru harus memiliki empat kompetensi pendidikan, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Ketiga, guru harus linier, sesuai jurusannya. Artinya, jika guru itu lulusan Pendidikan Agama Islam, maka yang diajar gura mata pelajran agama Islam pula. Masih sering kita jumpai fakta di lapangan, guru mengajar tidak sesuai dengan bidangnya. Misalnya, lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia mengajar materi bahasa Inggris, lulusan Pendidikan Biologi mengajar materi Ekonomi, dan sebagainya.

Yang jelas dan utama adalah guru harus memenuhi kualifikasi akademik dan kriteria plus-plus. Artinya, selama ini banyak guru yang pandai secara akademik, namun tidak mampu menjadi pendidik yang mampu memberikan motivasi dan semangat bagi siswanya. Inilah yang disebut dengan “kemampuan puls-plus”yang jarang dimiliki oleh guru. Bahkan banyak guru killer yang ditakuti siswanya, guru yang selalu memakai metode CBSA (Catat Buku Sampai Abis), guru yang mengajar ala kadarnya, banhkan guru yang centil/gatalkepada sisiwinya, dan masih banyak contoh lainnya. Inilah yang perlu dibenahi, jangan sampai guru aspal merusak pendidikan di negara ini.

Guru Revolusioner
Apakah cukup dengan itu, guru menjadi penentu pendidkan di negara ini? Tentu tidak, yang tak kalah urgen adalah perlunya guru revolusioner yang mengajar penuh dengan motivasi tinggi dengan semangat memajukan pendidikan Indonesia. Menurut Dian Marta Wijayanti, guru revolusioner memiliki beberapa ciri.

Pertama, dia selalu mengajar penuh rasa ikhlas tanpa pamrih. Artinya, dia tetap butuh kesejahteraan, tetapi bukan itu tujuannya. Mengapa? Karena menjadi guru bukanlah tujuan, karena posisi guru hanyalah alat untuk berbuat baik lebih banyak lagi dalam rangka memajukan pendidikan Indonesia yang masih jauh dari harapan.

Kedua, memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Artinya, bagai mana mungkin siswa akan bersikp disiplin kalau gurunya tidak.

Ketiga, selalu menjadi dambaan siswa dan memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mencari ilmu, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Keempat, mampu mengajarkan kepada siswa, bahwa hidup tidak sekedar menjadi manusia berilmu, akan tetapi juga beriman dan beramal.

Kelima, selalu mengajarkan kepada siswa bahwa hidup bukan sekedar “mejadi apa” (to be), tapi yang lebih penting adalah “berbuat apa” (to do).

Inilah yang harus ditanamkan kepada siswa. Dengan demikian, wajah pendidikan kita akan semakin berseri-seri, jika para gurunya sejati dan revolusioner, bukan aspal.


Maka dari itu jadilah guru sejati dan revolusioner, bukan aspal. Bagaimana menurut Anda?